Electronic Power Steering (EPS)

Electronic Power Steering (EPS) merupakan salah satu teknologi untuk menghemat BBM. Akan tetapi dengan kondisi jalanan di Indonesia, beberapa kendaraan yang mengadopsinya terdeteksi menimbulkan suara gemeretak.

Apa penyebabnya dan bagaimana solusinya ?
Pada power steering konvensional, putaran mesin dari puli kruk as dimanfaatkan untuk memutar pompa hidraulik melalui V-Belt. nah, pada EPS, fungsi pompa hidraulik akan digantikan oleh motor elektrik. Alhasil, power steering hanya memerlukan suplai listrik untuk menggerakannya.

Mobil modern kerap menggunakan teknologi ini untuk menghemat konsumsi BBM. Beberapa diantaranya adalah : Suzuki Swift, Suzuki SX4, Nissan Grand Livina, Honda Jazz, dan lain-lain, alhasil efisiensi BBM dapat dicapai pada kendaraan-kendaraan tersebut.

Kendalanya, sistem ini jadi terbebas dari pelumasan optimal akibat tidak tersedianya oli dalam sistem kemudi tersebut. Sebagai gantinya digunakan pelumas grease atau biasa disebut gemuk.
Iklim tropis yang menyebabkan suhu tinggi, membuat grease tak mampu bekerja secara optimal. Ditambah dengan kondisi jalan berlubang, otomatis membuat beban yang diterima sistem kemudi semakin berat. Efeknya, bushing steer cepat mengalami kerusakan sehingga suara gemeretak timbul ketika mobil melewati jalan bergelombang atau sedikit rusak.

Bila hal ini terjadi, maka penggantian bushing steer perlu dilakukan. Tapi, Andi Candra, salah satu Service Manager Suzuki Mobil di bilangan Jakarta Selatan, menemukan solusi agar hal serupa tidak terjadi lagi. Caranya, dengan membuat bushing steer pengganti dari bahan black teflon.
Pemilihan bahan ini didasari atas perpaduan antara kekuatan dan elastisitas. Dengan menggunakan mesin bubut CNC, tingkat kepresisian pengerjaan menjadi maksimal. Dan bushing hasil modifikasi ini dibuat lebih panjang dari komponen orisinalnya. Tak hanya itu, bila pada kondisi orisinal hanya terdapat satu buah bushing steer di SX4, pria ramah tersebut malah menggunakan 2 buah.
"Dimensi yang lebih panjang dan penggunaan dua bushing steer, otomatis membuat beban yang diterima dari jalan akan ditumpu lebih luas dan lebih baik oleh bushing steer. Dampaknya, tentu daya tahannya akan semakin lebih baik," terang Andi Candra.

Selain itu, grease berkualitas turut menyumbangkan terhadap daya tahan. Grease yang mengandung lithium complex yang digunakan memiliki rentang suhu kerja cukup luas, yakni antara 20 derajat Celcius hingga 120 derajat Celcius. Harga perbuah dari bushing steer modified ini hanya Rp 75.000,-

Setelah mengevaluasi penggunaan material ini, maka masalah serupa tidak lagi ditemukan pada kendaraan Suzuki.

Tidak ada komentar: